1. 049 Napi Dapat Remisi Khusus Hari Waisak

Wayne Collins

Liputan6. com, Jakarta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memberikan Remisi Khusus (RK) kepada 1. 049 narapidana Buddha di seluruh Indonesia dalam memperingati Hari Raya Waisak, Kamis (7/5/2020).

Remisi juga dikasih kepada 146 napi lainnya berbentuk remisi 15 hari, 578 tahanan mendapat remisi 1 bulan, 211 narapidana memperoleh remisi 1 bulan 15 hari, dan 104 narapidana mendapat remisi 2 bulan.  

Sementara itu, 10 orang menerima RK II atau langsung bebas sudah menerima remisi 1 bulan sebesar 6 orang, remisi 1 bulan 15 hari sebanyak 2 karakter, dan remisi 2 bulan sebesar 2 orang.

Penasihat Jenderal Pemasyarakatan Reynhard Silitonga mengatakan, remisi diberikan kepada narapidana dengan telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, seperti telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak tercatat pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan dalam lembaga pemasyarakatan atau rumah benduan negara.

Remisi dengan diberikan diharapkan dapat memotivasi tahanan untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan sifat sehari-hari.

“Pemberian remisi juga merupakan wujud negara terlihat untuk memberikan perhatian dan penghargaan bagi narapidana untuk selalu berintegritas, berkelakuan baik selama menjalani pidana, tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang telah ditentukan, ” kata Reynard di dalam siaran pers yang diterima, Kamis.

2 dari 2 halaman

Kurangi Jatah Makan

Sementara itu, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Yunaedi,   menambahkan, mas remisi khusus ini menghemat taksiran makan narapidana sebanyak Rp.   606. 135. 000.

Katanya, narapidana terbanyak mendapat remisi khusus dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sumatera Utara sebanyak 231 orang, Kanwil Kemenkumham Kalimantan Barat sebesar 134 orang, dan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta berjumlah 127 orang.

“Pemberian remisi bukan sekadar reward kepada narapidana dengan berkelakuan baik serta memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Fakta yang tak kalah penting adalah anggaran negara yang dihemat dengan berkurangnya masa pidana narapidana, ” perkataan Yunaedi.