Eropa Melunak Terkait Kebijakan Lockdown, Bagaimana Nasib Sektor Pariwisata?

Wayne Collins

Liputan6. com, Jakarta – Jerman sudah menggagas beberapa kiprah awal untuk mengangkat  pemberlakukan  lockdown  akibat corona COVID-19 dengan membiarkan beberapa toko mungil kembali buka minggu lalu. Tapi, tidak pada kunjungan turis.

Melansir laman  BBC,   Kamis (30/4/2020), pembatasan kunjungan bagi pelancong telah diperpanjang hingga 14 Juni 2020.

Menteri Luar Negeri Jerman  Heiko Maas mengatakan, perjuangan melayani penyebaran virus corona baru bukanlah tahap di mana ia menyarankan perjalanan menyenangkan.

“Orang tak akan mema waktu liburan seperti sebelumnya dengan seharian berada di pantai atau gunung, ” katanya.

Seperti negara-negara lain di Eropa, Jerman menutup sejumlah perbatasan terhitung bulan lalu untuk menekan kurva penyebaran virus SARS-CoV-2 dan memulangkan 240 ribu turis Jerman dibanding luar negeri.

Gabungan agen perjalanan di sana mengutarakan bahwa mereka kehilangan pemasukan sejumlah 4, 8 miliar Euro atau setara Rp78, 4 triliun, serta mengaku sektor pariwisata butuh pendampingan pemerintah.

Pariwisata tercatat berkontribusi terhadap 10 persen penghasilan negara-negara  Uni Eropa, di mana ke-27-nya tengah menimbang bagaimana membatalkan pergerakan publik, baik secara pribumi maupun internasional.

2 dari 3 halaman

Ada yang Sudah Kembali Buka

Menteri Pariwisata Kroasia  Gari Cappelli telah mengusulkan dibuatnya koridor turis antara negara  Bon Eropa  dengan melibatkan ahli epidemiologi dalam memutuskan pergerakan para pelancong.

Dilaporkan bahwa turis asal Republik Ceko sudah dapat masuk ke Kroasia pada Juli dan Agustus. Sedangkan, Austria yang baru saja mencabut aturan karantina ketat di tiga ski resor populer akan memulai pergerakan dengan  mengizinkan  kunjungan turis Jerman.

Di Spanyol, hotel-hotel telah boleh kembali beroperasi terhitung 11 Mei dengan tetap menjalankan aturan  social distancing.   Keputusan  ini sempat disoroti Uni Bisnis Hotel di Madrid, pasal dibuat dengan perbatasan yang masih tutup dan sedikitnya penerbangan.

Prancis dilaporkan akan mengakhiri peraturan  lockdown  pada sekitar 11 Mei, tapi Pertama Menteri Edouard Philippe mengatakan, penjelajahan tetap akan dibatasi. Perjalanan lebih dari 100 kilometer (km) cuma boleh dilakukan untuk mengunjungi tanggungan maupun urusan pekerjaan.

Sebanyak 12 anggota Uni Eropa menyarankan maskapai mengganti penerbangan yang dibatalkan dengan kompensasi voucer, bukan uang tunai. Sementara, beberapa negeri masih berjuang mengatur pekerja antar-perbatasan.

Jerman telah melonggarkan aturan karantina di salah satu kota berbatasan dengan Polandia, sedangkan sang negara tetangga tak berkesudahan demikian. Polandia memang akan balik membuka hotel dan pusat perbelanjaan pada 4 Mei, namun tidak ada indikasi serupa dengan pinggiran.

Bila ada miring buka, sebagiannya hanya bisa diakses orang lokal. Di Belgia, pemangku kota dari sekian banyak wilayah di pesisir North Sea mengabulkan soal pembukaan pantai dengan bervariasi aturan untuk menyelamatkan musim radang warga mereka.

Sedangkan, Prancis mengatakan, tak akan tersedia pantai yang buka sampai setidaknya bulan Juni, selaras dengan Spanyol yang menargetkan hingga akhir Juni. Perjalanan antar-wilayah di Spanyol selalu masih dilarang sampai Juni.

3 sebab 3 halaman

Saksikan Gambar Pilihan di Bawah Ini: