Jembatan Tulungagung-Trenggalek Tutup Dua Bulan, Ada Apa?

Wayne Collins

Liputan6. com, Jakarta – Akses jalan nasional Tulungagung-Trenggalek melalui jembatan Lembupeteng, Tulungagung, Jawa Timur ditutup total selama 60 hari karena konstruksi jembatan rusak dan akan direhabilitasi total.

Penutupan akses jembatan Tulungagung-Trenggalek  itu diberlakukan mulai Selasa, 4 Agustus-3 Oktober 2020 atau selama dua bulan sesuai proyeksi pengerjaan rehabilitasi oleh tim pekerja pemenang tender

“Penutupan dilakukan karena jembatan yang sudah berusia puluhan tahun itu mengalami kerusakan dan harus diperbaiki, ” kata penanggung jawab order rehabilitasi jembatan Lembupeteng, Joko Sugandono, Selasa, 4 Agustus 2020.

Ia mengatakan, kerusakan dimaksud bisa terlihat jelas di periode plat injak di sisi barat jembatan, dilansir dari Antara.

“Sesuai jadwal proyek, pembongkaran akan kami kerjakan di empat sayap jembatan, lulus dilanjutkan dengan pembangunan fondasi semen untuk tapak plat injak jembatan, ” papar Joko.

Langkah penutupan itu diberlakukan agar tim pekerja bisa leluasa menyala memperbaiki bangunan infrastruktur jembatan berbahan dasar plat besi itu agar cepat selesai.

Selain itu, juga pertimbangan keamanan dan keselamatan bagi para pekerja order maupun pengguna jalan.

“Penutupan wajib diberlakukan karena plat injak tidak boleh dilewati datang cor beton untuk fondasi & tapak plat besi itu benar-benar (kering) selama 28 hari, ” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Jembatan Bisa Roboh

Untuk mempercepat pengerjaan, lanjut Joko, pihaknya menggunakan alat mengandung jenis eskavator. Pelaksanaan diawali dengan pembongkaran konstruksi jembatan lama, dilanjutkan pembuatan fondasi cor beton menggunakan pipa tanam, pemasangan plat baja di tapak-tapak jembatan hingga penerapan konstruksi jembatan yang baru.

Joko melanjutkan jika tidak dilakukan perbaikan, bisa saja pada setiap saat jembatan roboh dan mencelakai pengguna jalan.

Selama penutupan akses di jalur pokok di jalur pintu keluar Kota Tulungagung melalui jembatan Lembupeteng tersebut, Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Tulungagung sepakat untuk mengalihkan arus lalu lintas ke empat kolom alternatif.

“Kami sudah ada beberapa titik pengalihan arus, antisipasi penumpukan arus gara-gara penutupan jembatan Lembupeteng, ” ujar KBO Lantas Polres Tulungagung Iptu Suryono.

Sedangkan untuk pengguna jalan dari arah Kediri yang hendak menuju Trenggalek, nantinya berangkat pertigaan Ngujang, kendaraan akan diarahkan ke barat menuju perempatan Cuiri lanjut selatan, hingga pertigaan Jetakan ke barat menuju arah Trenggalek. Untuk arah sebaliknya dilewatkan jalur Jetakan menuju Kediri.

Sedangkan dari arah Biltar menuju Trenggalek, dari simpang empat Jepun, kendaraan sudah diarahkan ke Melahirkan, lalu di simpang empat panti sakit lama kendaraan diarahkan ke barat lewat pasar Ngemplak sendat Perempatan Cuiri menuju Jetakan berputar kanan ke Trenggalek.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini