Kehormatan BBM Tinggi, Perusahaan Energi Dapat Stimulus dari Uang Rakyat

Wayne Collins

Liputan6. com, Jakarta – Direktur Eksekutif Pusat Menuntut Hukum Energi Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bakhtiar berpendapat, harga BBM dengan belum turun merupakan salah satu bentuk stimulus yang diberikan untuk perusahaan energi di tengah epidemi pandemi virus corona (Covid-19).

Namun, keringanan tersebut di dalam hal ini bukan diberikan sebab pemerintah, melainkan pihak konsumen dengan rela membeli bahan bakar minyak dengan harga tinggi.

Bisman menilai, kecendekiaan menurunkan harga barang dan keinginan pokok merupakan suatu kewajiban dalam saat kondisi perekonomian drop, termasuk untuk BBM.

“Tetapi bisa jadi, tidak turunnya harga BBM ini sebenarnya juga merupakan provokasi, stimulus bagi perusahaan-perusahaan. In service maupun keuntungan, ” ujar Bisman dalam sesi teleconference, Kamis (11/6/2020).

dua dari 3 halaman

Wajar

Menurut dia, insentif tersebut menjadi biasa jika diberikan kepada PT Pertamina (Persero) yang masih menjadi kongsi milik negara. Bisman justru mempermasalahkan pemberian stimulus yang turut dirasakan oleh perusahaan energi swasta.

“Tetapi stimulus ini pula kan juga dinikmati oleh Shell, oleh Total, dan oleh perusahaan-perusahaan energi lainnya. Saya kira itu korporasi-korporasi yang menikmati stimulus itu, ” tuturnya.

“Cuman problemnya stimulus ini tidak bermula dari cash negara, tidak berasal dari uang negara langsung, akan tetapi diambil atau dikeruk dari uang recehan rakyat yang dikumpulkan melalaikan selisih harga BBM, ” merendahkan dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: