Pemuda Pekanbaru Ungkap Panen Puluhan Kilogram Ganja di Semak Dekat Kampus

Wayne Collins

Liputan6. com, Pekanbaru – Berada di Lapas Bukittinggi, Sumatera Barat, tak menjadi penghalang bagi pria inisial IS memasok puluhan kilogram ganja ke berbagai daerah di Pulau Jawa. Dia menggunakan kaki tangannya di Pekanbaru buat mengirim daun haram itu memakai jasa pengiriman dan logistik.

Badan Narkotika Nasional Daerah Riau sudah menangkap kaki lengah IS bernama Feri. Dari pria kelahiran 1978 itu petugas mengambil lima kilogram daun ganja.

Kepala Bagian Brantas BNN Riau Komisaris Khodirin menjelaskan, pengungkapan berawal dari perut pengiriman paket berisi ganja pada Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada 27 dan 30 Juni. Kala itu, petugas bandara menyita 11 kilogram ganja.

“Tujuan pengirimannya yang itu adalah Bali. Pelaku teridentifikasi dari rekaman CCTV, saat itu tempat menggunakan jasa ojek online, ” kata Khodirin, Senin siang, enam Juli 2020.

Di 2 Juli 2020, BNN Riau mendapat informasi dari pihak JNE terkait adanya paket mencurigakan. Petugas membawa paket itu dan ternyata isinya 5 paket besar ganja.

“Petugas memeriksa orang suci pengiriman dan dari sinilah diketahui alamat pengiriman, ” kata Khodirin.

Pukul 16. 00 WIB pada hari yang sebanding, petugas menangkap Feri di Ustaz Kapau Sari, Kecamatan Tenayanraya. Lantaran kantong tersangka juga ditemukan tanda pengiriman yang cocok dengan keterangan pihak JNE.

Kepada petugas, tersangka mengaku telah enam kali mengirim ganja menggunakan bantuan pengiriman. Pada 27 Juni, tersangka mengirim 2 kilogram ganja bahan Bali. Berikutnya pada yang serupa juga mengirim 4 kilogram ganja tujuan Bekasi.

“Yang kedua ini diungkap BNN Jawa Barat, ” kata Khodirin.

Selanjutnya, tambah Khodirin, simpulan pada 29 Juni 2020 mengirim 5 kilogram ganja tujuan Lampung. Pengiriman ini sudah diungkap BNN Lampung. Dihari yang sama, tersangka juga mengirim 4 kilogram ganja.

“Untuk yang 4 kilogram tidak termonitor. Lalu pada 2 Juli tersangka mengirim 1 kilogram dan 4 kilogram tujuan bertentangan, keduanya terungkap, ” sebut Khodirin.

Tersangka mengaku mengambil ganja itu di semak-semak tidak jauh dari sebuah kampus dalam daerah Panam. Pengambilan itu arah perintah IS yang merupakan warga Lapas Bukittinggi.

“Ada 20 kilogram yang diambil, dia mendapat upah Rp500 ribu per kilo, ” kata Khodirin.

2 dari 2 halaman

Simak serupa video pilihan berikut ini: