Petualangan Diaspora Asal Jatim Susuri Belang Rempah dengan Kapal Layar Bertiang Dua

Wayne Collins

Liputan6. com, Jakarta – Kru kapal layar Arka Kinari berbendera Belanda yang melakukan pelayaran selama setahun terakhir dengan misi seni kebiasaan dan lingkungan akan menyinggahi sebanyak wilayah yang menjadi titik belang rempah di Indonesia.

“Dalam pelayaran tanpa asap karbon ini, kami akan menyinggahi sejumlah daerah yang menjadi titik penyebaran jalur rempah-rempah Indonesia, ” kata Nova Ruth kru sekaligus pemilik sekunar (kapal layar bertiang dua) itu, di Banda Naira, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Daerah Maluku, Sabtu, 19 September 2020 dilansir Antara.

Pulau Banda yang terkenal dengan rempah-rempah berupa pala adalah daerah kedua yang disinggahi kapal buatan Jerman tahun 1947 itu. Sebelumnya tiba dan melakukan urusan yang sama di Sorong, Papua Barat pada 1 September 2020.

Nova Ruth, masyarakat Indonesia asal Malang, Jawa Timur bersama suaminya Grey Filastine akan berada di Pulau Banda mematok 22 September dan selanjutnya meninggal ke pulau Selayar, Makassar, Sulawesi Selatan. Selanjutnya menuju Benoa, Daerah Bali.

Ia mengutarakan misi yang dibawa kapal kru Arka Kinari adalah untuk menolong program jalur rempah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud yang merupakan suatu upaya rekonstruksi budaya yang membentuk budaya bahari di nusantara menuju pengakuan sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

Selama mengunjungi wilayah jalur rempah, menurut tempat, mereka akan berinteraksi dengan klub, terutama generasi muda untuk mengedukasi mereka tentang upaya penyelamatan dunia, di samping berkolaborasi seni & budaya kontemporer dengan komunitas lembut lokal.

Dia mengakui mengalami banyak tantangan berat di pelayaran selama setahun terakhir dengan kapal yang menjadi “rumah utama” dirinya bersama sang suami Grey Filastine.

“Tetapi hari ini saya sangat terharu dan tidak mampu berkata-kata karena disambut secara adat oleh warga Banda. Kami tidak pernah menyangka bakal mendapatkan penyambutan yang luar umum. Kami disambut dan dilayani layaknya seperti keluarga sendiri, ” katanya.

Berkunjung ke Tanah Banda yang disebut sebagai ‘titik nol’ jalur rempah dunia, kata pendahuluan Nova Ruth, merupakan salah satu impian kru kapal layar itu.

2 dari 3 halaman

Urusan Alam dan Budaya

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid secara terpisah mengakui pelayaran kapal Arka Kinari untuk misi budaya dan lingkungan serta menulusuri jalur rempah dari Eropa maka Indonesia.

Menurut dia program jalur rempah mengangkat isu “Outstanding Universal Value” dan siasat budaya, di mana rekonstruksi ikatan antarbudaya, masyarakat dan peradabannya hendak memperlihatkan ketersambungan satu dengan lainnya.

“Salah satu kesibukan rekonstruksi ini adalah napak tilas dengan melakukan pelayaran membawa urusan budaya, ” katanya.

Arka Kinari sendiri adalah sebuah kapal yang melakukan pelayaran dengan misi integrasi budaya dan daerah. Kepedulian akan budaya dana negeri menjadi pesan kuat yang selalu disampaikan di setiap kegiatan awak kapal saat berkeliling dunia.

“Diharapkan program ini sanggup menjadi dokumentasi sekaligus pembelajaran untuk menyiapkan kegiatan pelayaran budaya lebih besar di titik dan simpul jalur rempah dalam dan luar negeri yang rencananya akan dimulai 2021, ” katanya.

Pndemi COVID-19 diakui menjadi hambatan terbesar pelaksanaan kegiatan program carik rempah Ditjen Kebudayaan Kemendikbud. Tetapi tidak lantas menghentikan program itu melainkan tetap berjalan dengan mengindahkan protokol kesehatan serta aturan pemerintah pusat dan lokal, demikian Hilmar Farid.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Ini