Sempurna 3:  Bisnis Properti di Tengah Pandemi CoronaÂ

Wayne Collins

Liputan6. com, Jakarta – Bisnis kekayaan menjadi satu dari sekian zona bisnis yang berdarah-darah dalam menegakkan hidupnya di tengah pandemi. Penerimaan yang minim bahkan nol namun tak seimbang dengan setumpuk kegiatan yang harus diselesaikan membuat pelakunya harus memutar otak mencari solusi tanpa henti.

Buatan survei Bank Indonesia menyebutkan, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal I 2020 melambat 1, 68 persen, lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yaitu 1, 77 komisi dan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 2, 06 obat jerih.

Artikel mengenai jatuh bangun bisnis kekayaan di tengah pandemi Corona tersebut menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih tersedia beberapa artikel lain yang pantas untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6. com pada Senin 25 Mei 2020:

1. Memperhatikan Bisnis Properti di Tengah Pandemi

Pandemi Corona yang tak kunjung usai mendirikan masyarakat dipaksa untuk hidup bersaing dengan virus tersebut. Tapi tidak dapat dielakkan, tidak semua lini bisa berdamai menjalani kehidupan dengan virus ini.

Salah satunya, lini bisnis sektor properti yang kinerjanya anjlok karena minimnya pergerakan bisnis di tengah pandemi. Hasil survei Bank Indonesia menyebutkan, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal I 2020 melambat 1, 68 persen, lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yaitu 1, 77 persen dan periode yang sebanding tahun sebelumnya yaitu 2, 06 persen.

Untuk pemasaran, tercatat penurunan yang cukup cendekia pada kuartal I 2020 yakni sebesar -43, 19 persen yoy untuk properti residensial. Angka itu jauh lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yang tumbuh meskipun cuma 1, 19 persen. Adapun, penurunan terjadi di seluruh tipe sendi.

Simak artikel selengkapnya di sini

2 dari 3 halaman

2. BLT Dana Daerah Naik Jadi Rp 2, 7 Juta per Keluarga

Negeri menaikkan nilai Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT Dana Desa) dari semula Rp 1, 8 juta menjadi Rp 2, 7 juta per Keluarga Penerima Kebaikan (KPM). Kebijakan ini tertuang di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50/PMK. 07/2020 tentang Perubahan Ke-2 atas 205/PMK. 07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.

“Sehingga total anggaran untuk BLT Simpanan Desa meningkat dari Rp 21, 19 triliun menjadi Rp 31, 79 triliun, ” kata Penasihat Jenderal Perimbangan Keuangan Astera Primanto.

Di samping itu, PMK anyar ini menambah jangka waktu pemberian BLT Dana Kampung dari tiga bulan menjadi enam bulan. Tiga bulan pertama bantuan dicairkan sebesar Rp 600 ribu per KPM, kemudian tiga kamar berikutnya sebesar Rp 300. 000 per KPM.

Menyimak artikel selengkapnya di sini

3 sebab 3 halaman

3. Sri Mulyani: Ramadan Kali Ini Sangat Berbeda

Gajah Keuangan Sri Mulyani mengucapkan Aman Hari Raya Idulfitri 1441 H melalui akun instagram pribadinya @smindrawati. Secara tulus Sri Mulyani serupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh barisan Kementerian Keuangan yang terus berdedikasi melakukan tugasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, Ramadan kali ini betul berbeda dengan Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Ramadan kali ini harus dilalui di tengah pandemi Corona.

Namun menurutnya dilalui secara tidak biasa namun tetap mempunyai esensi yang sama, yaitu bulan dimana umat manusia melakukan amalan dan ibadah guna mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

Simak artikel selengkapnya disini